Bayi Menangis Terus? Ini 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Bayi menangis terus bisa disebabkan oleh lapar, kolik, popok basah, hingga rasa tidak nyaman. Kenali 7 penyebab bayi menangis terus dan cara mengatasinya di sini.
PERKEMBANGAN BAYI


Bayi menangis adalah hal yang wajar. Tangisan merupakan cara bayi berkomunikasi untuk memberi tahu bahwa ia sedang lapar, tidak nyaman, lelah, ingin digendong, atau bahkan sedang merasa kurang sehat. Namun, jika bayi menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan, tentu orang tua akan merasa cemas dan bingung.
Sebenarnya, ada banyak penyebab bayi menangis terus. Dengan mengetahui penyebabnya, Ayah dan Bunda bisa lebih mudah mengambil langkah yang tepat untuk menenangkan si kecil. Berikut ini 7 penyebab bayi menangis terus beserta cara mengatasinya.
1. Bayi Lapar
Penyebab paling umum bayi menangis adalah karena lapar. Bayi, terutama bayi baru lahir, memiliki lambung yang masih kecil sehingga perlu menyusu lebih sering. Saat lapar, bayi biasanya menunjukkan tanda-tanda seperti memasukkan tangan ke mulut, mengecap-ngecap bibir, atau mencari puting.
Cara mengatasinya:
Segera susui bayi atau berikan ASI sesuai kebutuhannya. Jika bayi masih terlihat gelisah setelah menyusu, periksa apakah pelekatan saat menyusui sudah benar dan bayi menyusu dengan cukup.
2. Popok Basah atau Kotor
Popok yang basah atau kotor dapat membuat bayi merasa tidak nyaman. Kulit bayi yang sensitif juga bisa mudah iritasi jika popok tidak segera diganti.
Cara mengatasinya:
Periksa popok bayi secara berkala. Ganti popok segera jika basah atau kotor. Pastikan area popok dibersihkan dengan lembut dan dikeringkan dengan baik agar bayi kembali nyaman.
3. Bayi Mengantuk atau Kelelahan
Tidak semua bayi yang mengantuk akan langsung tertidur. Justru, banyak bayi menjadi rewel dan menangis saat merasa terlalu lelah. Biasanya ini terjadi ketika bayi terlalu lama terjaga atau mendapatkan terlalu banyak rangsangan dari lingkungan sekitarnya.
Cara mengatasinya:
Ciptakan suasana yang tenang dan nyaman. Redupkan lampu, kecilkan suara, lalu gendong bayi dengan lembut. Rutinitas tidur yang teratur juga sangat membantu bayi tidur lebih nyenyak.
4. Ingin Digendong dan Merasa Aman
Bayi sangat membutuhkan kontak fisik dengan orang tuanya. Kadang-kadang, bayi menangis bukan karena ada masalah tertentu, melainkan karena ingin merasa aman, hangat, dan dekat dengan ibu atau ayahnya.
Cara mengatasinya:
Gendong bayi dengan lembut, peluk, atau lakukan kontak kulit ke kulit jika memungkinkan. Suara lembut dan sentuhan hangat sering kali sangat efektif untuk menenangkan bayi.
5. Kembung, Masuk Angin, atau Kolik
Bayi bisa menangis terus karena perutnya kembung atau tidak nyaman. Hal ini bisa terjadi karena bayi menelan terlalu banyak udara saat menyusu. Selain itu, beberapa bayi juga mengalami kolik, yaitu kondisi ketika bayi menangis dalam waktu lama tanpa penyebab yang jelas.
Cara mengatasinya:
Bantu bayi sendawa setelah menyusu. Gendong bayi dalam posisi tegak beberapa saat setelah minum. Ayah dan Bunda juga bisa mencoba memijat perut bayi dengan lembut atau menggerakkan kaki bayi seperti gerakan mengayuh sepeda.
6. Suhu Tubuh Tidak Nyaman
Bayi bisa menangis jika merasa terlalu panas atau terlalu dingin. Pakaian yang terlalu tebal, ruangan yang pengap, atau udara yang terlalu dingin dapat membuat bayi tidak nyaman.
Cara mengatasinya:
Periksa suhu tubuh bayi dan kondisi ruangan. Gunakan pakaian yang nyaman, lembut, dan sesuai dengan suhu sekitar. Hindari membedong bayi terlalu tebal jika cuaca sedang panas.
7. Bayi Sedang Tidak Enak Badan
Jika semua kebutuhan dasar sudah diperiksa tetapi bayi tetap menangis terus, bisa jadi bayi sedang merasa sakit atau tidak enak badan. Misalnya karena demam, hidung tersumbat, gangguan pencernaan, atau kondisi lainnya.
Cara mengatasinya:
Amati apakah ada gejala lain seperti demam, muntah, diare, sulit menyusu, batuk, atau tubuh tampak lemas. Jika bayi menangis terus dan disertai gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.
Kapan Harus Waspada?
Ayah dan Bunda perlu segera membawa bayi ke bidan atau dokter jika bayi menangis terus disertai tanda-tanda berikut:
demam
muntah berulang
diare
sulit menyusu
napas tampak cepat atau sesak
tubuh terlihat lemas
tangisan terdengar sangat berbeda dari biasanya
bayi sulit ditenangkan dalam waktu lama
Jangan menunda pemeriksaan jika bayi tampak semakin tidak nyaman atau kondisi orang tua sudah tidak yakin dengan penyebab tangisannya.
Tips Menenangkan Bayi yang Menangis Terus
Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba saat bayi menangis:
Periksa apakah bayi lapar
Cek popok bayi
Gendong dan ayun perlahan
Bantu bayi sendawa
Pijat lembut bagian perut atau punggung
Ciptakan suasana tenang
Pastikan bayi tidak terlalu panas atau dingin
Yang paling penting, tetap tenang saat menghadapi bayi yang menangis. Ketika orang tua panik, bayi juga bisa ikut merasa tidak nyaman.
Penutup
Bayi menangis terus memang sering membuat orang tua khawatir. Namun, pada banyak kasus, tangisan bayi sebenarnya merupakan tanda bahwa ia sedang membutuhkan sesuatu, mulai dari lapar, popok basah, mengantuk, ingin digendong, hingga merasa kurang sehat. Dengan mengenali penyebabnya, Ayah dan Bunda bisa lebih cepat memberikan penanganan yang tepat.
Jika tangisan bayi terasa tidak biasa, berlangsung lama, atau disertai gejala lain, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar bayi mendapatkan penanganan yang sesuai.
Konsultasikan di PMB Anggraeni
Apabila Ayah dan Bunda masih bingung menghadapi bayi yang sering menangis, rewel, sulit tidur, atau tampak tidak nyaman, PMB Anggraeni siap membantu memberikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi dengan ramah, nyaman, dan profesional.
Di PMB Anggraeni, Ayah dan Bunda dapat melakukan konsultasi terkait:
perawatan bayi
pendampingan menyusui
keluhan bayi rewel
pemantauan tumbuh kembang bayi
edukasi kesehatan ibu dan anak
Hubungi Bidan Anggraeni:
HP/WhatsApp: 0856-5929-8380
